Kamis, 31 Mei 2012

Keping - Belum Tentu Tidak Nyata


1. 
Hanya karena sesuatu tidak kelihatan, belum tentu tidak ada.
Hanya karena tidak pernah kukatakan, belum tentu perasaanku tidak nyata.

2.
Kalau kamu pikir kesabaranku tidak pernah habis untuk menunggumu, kamu salah.
Sabarku tidak sebanyak itu.

3.
Hatiku kecil, tapi cukup besar untuk menampung semua hal tentangmu.

4.
Kalau mengenggam terasa sakit, ada baiknya kamu melepaskan genggaman.

Minggu, 27 Mei 2012

Keping - Itu adalah Waktu yang Berharga

1.
Kita berdua merasakan rindu yang sama, atau hanya aku saja?

2.
Sebodoh apa pun percakapan kita, itu adalah waktu yang berharga.

3.
Apa kabar waktu luangmu? Masihkah sesekali menggunakannya untuk mengingatku?

4.
Dua orang yang saling menjauhi, tapi belum juga bisa berhenti saling mencintai.


Jumat, 25 Mei 2012

Remember When*



Remember when I said my first ‘hello’, and you smiled at me then you said your first ‘hello’ too? 
Itu awal kita saling mengenal. Aku sampai memperhatikan semua detail tentangmu. Tentu saja  aku membuatnya agar tidak terlalu kelihatan. Tapi aku memang memperhatikan dan merekam semuanya sebisaku. Rambutmu yang panjang, tinggimu yang sepundakku, matamu yang cokelat bening, semuanya. Tahukah kamu, itu pertama kali aku berani menyapa seorang gadis? Bahkan sampai sekarang aku masih tidak percaya kalau aku nekad menyapamu ketika itu. And, by the way, I never forget that first ‘hello’.
Remember when we had silly talks about everything all nights through cellphone? 
Kita bercerita tentang makanan dan minuman apa yang kita suka, film, komik, buku, semuanya. Kita juga menceritakan kebodohan-kebodohan yang masing-masing pernah lakukan, lalu tertawa bersama. Kamu mengolokku atau aku yang terbahak dengan keisenganmu. Tanpa sadar, pagi sudah datang dan ternyata kita belum tidur sama sekali. That was fun. 

Rabu, 23 Mei 2012

Ran

Aku suka melihatmu seperti itu. Tertawa dengan binar mata yang tak bisa kujelaskan seperti apa gambaran kegembiraannya. Lalu kamu menunjuk apa saja yang kamu lihat dan kamu sukai, seolah-olah itu adalah sesuatu yang sangat berharga sekali.

“Itu,” katamu, “Pelanginya tidak hanya tujuh warna. Ada banyak warna. Tidak melengkung juga, malah bentuknya serupa boneka. Aneh sekali. Tapi aku suka.” Kamu tersenyum lebar dan berulang kali mengedipkan mata.

Ah, kalau saja kamu tahu, aku lebih suka bahagiamu itu daripada pelangi tidak biasa ini.
“Itu juga! Lihat!” Lagi-lagi kamu menunjuk sesuatu di atas. “Ada bintang jatuh berhamburan. Nyalanya tidak kuning atau putih. Warnanya kehijauan. Seperti kembang api, hanya yang ini lebih besar. Padahal ini siang, kenapa bisa kelihatan dan bisa begitu terang?” Kamu tersenyum lebar lagi. Aku menenangkan dadaku lagi.

 Ah, kalau saja kamu tahu, matamu itu jauh lebih nyala dari bintang jatuh itu.

SHINE ON Quote - Yang Buruk Itu Peristiwanya



Ketika terjadi sebuah peristiwa buruk,
Yang buruk adalah peristiwanya.
Bukan kamu.

Ketika menggoreng sesuatu dan gosong,
Yang gosong adalah sesuatunya,
Bukan kamu.

Minggu, 20 Mei 2012

Keping - Tak Bisa Melakukan Apa-Apa dengan Itu

1.
Hatiku masih selalu kusiapkan untuk menjadi rumahmu yang paling nyaman.
Kalau kamu sudah lelah berkelana, kamu bisa pulang lagi sekarang.

2.
Waktu selalu ada, tidak pernah pergi. Jangan menggunakan alasan 'sedang tidak ada waktu' hanya untuk menghindari bertemu denganku.

3.
Aku sulit melupakanmu, kamu sulit mengingat perhatianku.
 
4.
What if I already learn to let you go long before you realized that suddenly you miss me so?


Rabu, 16 Mei 2012

Surat ke-31


Ketika kamu terlalu berat hati untuk melepasnya pergi,
Ketika kepalamu terasa terbebani karena memikirkan dia malah membuatmu nyeri,
Ketika beban itu kemudian meluap ke matamu untuk menjadi tangis, tapi  kamu ingin menyembunyikan tangismu itu,
Kemari, dan ambil bahuku.


Sabtu, 12 Mei 2012

Pernah

Kita pernah, berbicara sepanjang malam dan saling memuji. Mengatakan apa pun yang basa-basi, lalu saling menertawakannya. Tertawa karena merasa bahwa percakapan kita sangat konyol. Pujian-pujian bodoh yang kita sampaikan hanya untuk memperlambat waktu, agar kita bisa tetap bersama lebih lama. Kita memang melewati waktu dengan bodoh, tapi itu tetap menyenangkan. Sangat menyenangkan.

Kita pernah, saling mencari bahan pembicaraan hanya untuk menyenangkan hati kita karena bisa melihat salah satunya tertawa. Jika aku bisa membuatmu tertawa, aku sering tidak bisa menjelaskan sendiri betapa senangnya aku. Dan jika kamu bisa membuatku tertawa, aku melihat binar matamu selalu berbeda. Ada senang yang tak terjelaskan di sana.

Kita pernah, merasa bahwa mereka-mereka, yang makan di cafe yang sama dengan kita ketika kita sedang menikmati waktu berdua, adalah alien. Ini bumi kita, mereka menginvasinya dan mengganggu kebersamaan kita. Seharusnya kita serang mereka dengan senjata kimia. Kemudian kita menertawakan kebodohan pikiran kita itu. Sebenarnya yang alien kita atau mereka? That was fun.

Jumat, 11 Mei 2012

10 Menit Berbahagia Kembali


Ada momen tertentu dimana seseorang bisa merasa bosan, tidak nyaman, atau 'jatuh'. Momen yang tidak membahagiakan sama sekali. Tapi sebenarnya kita bisa membangkitkan kembali kebahagiaan kita dalam sepuluh menit atau kurang. Bagaimana caranya?


  1.  Menarik napas panjang, menghembuskannya, lalu tersenyum. 
      Karena kita harus ‘tahu’ bahwa ini hanya sementara, semuanya akan berlalu. Kita akan bisa melaluinya dan kembali baik-baik saja. Selalu.

     2. Menerima, dan terus berjalan.

      “Yang memang milikmu, pasti akan menjadi milikmu.
      Yang memang bukan milikmu, pasti tidak akan menjadi milikmu.
      Dan yang memang belum waktunya datang, juga tidak akan datang sekarang.
      Bagian mana yang belum kamu mengerti?”*

Keping - Dulu

1.
Kamu mengeluhkan tiba-tiba teringat aku.
Aku beri tahu, aku pernah (bahkan) setiap hari mengalami itu.
Dulu.
Sampai aku kelelahan sendiri melakukan itu.

2.
Hanya karena aku tidak pernah lagi menyapamu, bukan berarti aku tidak pernah lagi memperhatikanmu.

3.
You know i love you, you just don't care.
Can't you just teach me how to give up?

4.
Aku bisa mengingatmu nyaris sempurna. Aku tidak yakin kamu bisa mengingatku dengan sama baiknya.


Rabu, 09 Mei 2012

Ayah Juga Lupa




Dengar, Nak : Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembap. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di ruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang masuk menghampiri pembaringanmu.

Ada hal-hal yang ayah pikirkan, Nak : Ayah selama ini bersikap kasar kepadamu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu Ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.

Mungkin Kebetulan



Pada suatu ketika aku mendengar kamu bercerita tentang betapa kamu menyukai sebuah lagu tepat beberapa hari setelah aku upload tentang lagu itu di blogku. Kita? Suka lagu yang sama? Siapa yang duluan? Sepertinya aku. Jangan-jangan kamu mendengar lagu itu, setelah aku meng-uploadnya? Ah, tapi pasti tidak. Pasti hanya kebetulan.

Aku juga selalu membaca fiksimu. Dalam cerita itu, tokoh utamanya, si gadis, mencintai laki-laki yang entah kenapa, beberapa ciri dalam tokoh itu mirip aku. Mirip, tapi tidak sama. Tapi, mungkin memang kebetulan. Mungkin perasaanku saja yang ke-geer-an. Ya. Kebetulan.

Senin, 07 Mei 2012

Keping - Yang Tidak Pernah Dikatakan


1.
Sering, yang tidak pernah dikatakan adalah yang paling penting.

2.
Nanti, ketika dia tidak bisa memperhatikan pada hal-hal kecilmu, kamu mungkin akan merindukanku yang selalu melakukan itu.

3.
Kita pernah saling membahagiakan masing-masing.
Sekarang kita menyapa pun harus berpikir apa yang harus dikatakan.
Seperti orang asing.

4.
Kapan-kapan, kalau kamu melihatku menarik napas panjang, itu aku mencintaimu, hanya saja lalu menyadari bahwa tidak seharusnya melakukan itu.


SHINE ON Quote - Tentang Rasa Sakit


Apa pun sakit yang kamu rasakan sekarang,
selalu sebanding dengan apa pun kebahagiaan yang nanti akan kamu dapatkan.
 
Tapi, tetap tergantung dengan apa kamu bisa bertahan dengan sakit yang sekarang atau tidak.
Tetap tergantung dengan bagaimana kamu memutuskan apa hidupmu berhenti di sakit ini, atau membiarkannya terus berjalan.
 
Tidak ada yang mengatakan ada hidup seseorang yang dari awal sampai mati terus bahagia, bukan?
Pasti ada sakitnya juga.
Mungkin, seperti apa yang kamu rasakan sekarang.
Mungkin.

Kamis, 03 Mei 2012

Meninggalkanmu



Aku harus meninggalkanmu hari itu karena memang harus seperti itu.

Ini bukan tentang aku masih mencintaimu atau tidak. Itu pertanyaan bodoh. Tentu saja aku masih mencintaimu. Cinta itu bukan balon udara, begitu meletus, tidak bisa digunakan lagi. Cinta itu seperti rangkaian kalung dari manik-manik, kalaupun benangnya terputus dan terburai, manik-maniknya masih ada. Mungkin ada yang hilang, tapi masih banyak yang bisa ditemukan. Hanya hilang total kalau manusianya sendiri yang memang mau membuang. Dan aku, belum bisa membuang.

Selasa, 01 Mei 2012

Keping - Mencintaimu Jauh Lebih Banyak

1.
Suatu hari, kalau bertemu lagi, bisa jadi kita saling bercerita tentang betapa menyenangkannya dulu. Lalu rindu. Tapi tak bisa melakukan apa-apa dengan itu.
Kita hanya saling memandang dan berusaha berpelukan melalui tatapan. Merasakan perihnya pertanyaan yang seketika mengemuka, "Kenapa dulu kita tidak bersama saja?"

2.
Kamu pasti akan mengenangku sebagai seseorang yang mencintaimu jauh lebih banyak dari siapa pun yang mengenalmu.

3.
Duduk di teras menikmati pagi sambil mengingatmu. Itu menyenangkan sekaligus melelahkan ketika harus bertahan dari pahitnya.

4.
Kamu berbahagianya sedikit, mungkin karena rasa mensyukurimu juga sedikit.


Kenapa tidak Kamu Lakukan


Sepulang Columbus dari pelayarannya setelah menemukan Benua Amerika, dia menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh semua orang di negaranya. Columbus pun bahkan diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan. Hal ini menjadikan beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Pada suatu hari, Columbus mengadakan sebuah perjamuan makan. Di acara itu dia  menceritakan segala pengalamannya dalam usaha menemukan benua baru tersebut. Berbagai rintangan dan bahaya yang diceritakannya membuat para undangan terpukau dan kagum. Namun tetap saja ada beberapa orang yang iri lalu berkata dengan sinis, “Apa hebatnya? Dia hanya berlayar lalu kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja dapat melakukannya.”