Senin, 28 Januari 2013

What If?

To: wardani.ema@gmail.com
Subject: 


Iya sih. Oke oke.

Iya kalau didorong. Tapi untuk pasang tali di bungee jumping kan harus dari kemauan sendiri dulu. Kalau didorong tanpa tali bunuh diri namanya. Naaa masang 'tali' untuk bilang ke romo itu yang mau dilaksanakan. Mempersiapkan, menguatkan batin. Gak bisa dipaksakan bahkan oleh orang lain

Dan ngomong-ngomong nih, Em. Aku sudah ajak romo dan ibu makan-makan di pemancingan minggu kemarin. Lagi-lagi pas mau ngomong, semuanya hilang sehilang-hilangnya pas lihat romo dan ibu semangat banget ngomongin pernikahan aku dan Dira. Siapa saja yang mau diundang, bahagia akhirnya aku menikah juga, dan lain sebagainya. Aku langsung patah hati sebelum ngomong kalau sebenarnya pernikahan kami batal.

Ya sudah aku tunda lagi. Nanti saja kalau sudah siap. Gak bisa secepatnya.

Eh, kamu aja ya yang gantiin Dira nikah sama aku. Lagian dah tua, kamu. Daripada ditanyain mulu kan sama keluargamu? Simbiosis mutualisme lho. Aku dan keluargaku gak jadi malu, kamu yang sudah 28 tahun juga akhirnya nikah juga. Gak akan bete lagi ditanyain orang kapan nikah.

Gimana?


__
What If (part 15) jawaban dari wardaniema atas email ini: What If?

3 komentar:

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

ini kisah nyata apa fiksi ya mas??

Namarappuccino mengatakan...

Fiksi. Tapi bersambung. :)

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

Menarik sekali :)