Selasa, 15 Januari 2013

What If?



To: wardaniema@gmail.com
Subject: 


Em, tadi malam aku sudah ngobrol sama Dira. Damn! Okay, she’s annoying me! Untungnya aku bisa nahan emosi, Em. Like you told me, ngomong baik-baik dulu.

Jadi, aku turuti saranmu. Gak ngomongin romo maupun ibu. Benar-benar ngobrol tentang kita. Tentang aku dan dia.

Pas aku nanya perasaannya, dia bilang dia juga bingung. Argh! Pokoknya mbulet lah, Em. Bilang masih sayang lah, masih pengen bersama lah, tapi juga belum siap untuk menikah. 

Dia dulu menerima karena awalnya sepertinya sangat menyenangkan, menikah di usia muda (He?! Usia muda, Em? 22 tahun usia muda?! Kan sudah banyak yang menikah di usia itu), tapi belakangan perasaannya belum siap. 


Kalau cowok sudah aku tantang gelut dia, Em! Sumpah! Mbulat-mbulet kayak gitu. Sayang kok mau menunda pernikahan. Sayang apaan yang kayak gitu?

Aku bilang itu hal biasa kepadanya, Em. Mungkin kegugupan pra nikah. Sering kan seperti itu? Malah banyak pasangan sebelum acara pernikahannya bertengkar mulu setiap hari. Ngeributin masalah katering lah, undangan lah, baju lah. Semuanya diributin. Mungkin itu.

Tapi dia ngeyel bukan. Toh, baru gedung yang fix, yang udah dibayar. Lainnya seperti gaun, undangan, katering, foto prewedding, belum fix. Disurvey juga belum. Jadi memang bukan pre wedding syndrome (dia menyebutnya gitu). Lagipula kita kan gak bertengkar? (Dia bener sih, Em. Memang gak bertengkar karena itu)

Aku menghela napas aja, Em. Aku khawatir, sepertinya keputusannya memang tidak bisa diubah lagi.
Aku curiga dia punya seseorang yang lain, Em. Really.

Tapi dia meminta waktu dua hari. Jadi, baru besok malam akan memutuskannya. Aku berhasil membuatnya berjanji untuk ngobrol sama orang yang lebih dewasa. Dengan papa mamanya juga kalau bisa.

Sebenarnya aku yang pengen ketemu papa mamanya tentang masalah ini. Tapi dia bilang jangan. Ini urusan kita, biar kita yang menyelesaikan.

Ya sudah, sepertinya aku menurutinya saja. Semoga, setelah meminta pendapat ke beberapa orang, dia kembali yakin dengan keputusannya untuk menikah.

Kenapa perasaanku gak enak ya, Em?


__________
What If (Bagian 3)
Bagian 1, Bagian 2 

2 komentar:

Namarappuccino mengatakan...

Benar-benar mencoba gaya bahasa yang beda. :)

Melanjutkan #30HariMenulisSuratCinta proyek #DuaHati

Hana Ester mengatakan...

Hhehee..
Kerasa koq kak,gaya nulisnya agak lain :)