Minggu, 10 Februari 2013

What If?

To: wardani.ema@gmail.com
Subject:

Iya. Maaf.

I got to do what i have to do. Dan itu bukan hal buruk kok, Em. Mama papa kamu suka. Mereka malah bilang setuju. "Daripada dapat orang lain, mending Ema dapat mas Adit. Orangnya jelas, sudah kenal dekat, keluarganya jelas. Bibit, bebet, bobote wes ono." Begitu kata mereka, Em.

Semua orang mendukung ini lho, Em. Akan menjadi kejutan juga bagi teman-teman kita yang dulu selalu menjodoh-jodohkan kita dan yang mengira kita pernah pacaran.

Sekarang, tinggal aku ke Jakarta. Ngobrol sama kamu. Lalu ngobrol sama Romo dan ibuku.

Em, kalau memang kamu belum bisa memiliki rasa denganku. Kita bisa usahakan bersama. Seperti aku bilang, jika orang yang baru pertama kali mengenal saja bisa kemudian saling mencintai dan menikah, kenapa orang yang sudah mengenal belasan tahun tidak bisa? Seharusnya lebih mudah?

Dan, kalaupun tidak bisa nanti, atau kamu ternyata menemukan pria lain, yang bisa kamu cintai dengan benar, aku rela kok melepasmu. Kita bisa bercerai. Kalau perlu, tidak usah kita melakukan malam pertama dan malam-malam selanjutnya.

Hanya kita yang tahu tentang perjanjian itu.

_____
Balasan dari surat ema yang ini: What If?

1 komentar:

Uswah mengatakan...

aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta, kepadaku =D