Selasa, 12 Februari 2013

What if?

To : wardani.ema@gmail.com
Subject :

Oke, bukan karena aku.

Aku hanya meminta pertolonganmu karena hanya kamu yang bisa kumintai tolong dalam masalah ini.

Aku akan ke Jakarta. Kita akan ngobrol di sana.

Aku gak sinting, Em. Dan aku memang pelengkap hidupmu. Kalau kamu belum merasakannya sekarang, beri aku kesempatan untuk membuktikannya nanti.

Hei, dan aku gak gagal ya, Em. Inget itu. Ini hanya Tuhan memberi kesempatan kepadaku untuk tidak melihat orang lain, dan membuatku melihatmu. Melihat seseorang yang sebenarnya sudah sangat-sangat melengkapiku. Bukankah menyenangkan hidup bersama seseorang yang bisa melengkapinya?

Aku akan ke Jakarta. Lalu aku akan sesering mungkin ke sana. Kita akan berusaha membangun cinta. Setidaknya, biar aku melakukannya. Lagipula, daripada jatuh cinta, lebih baik membangun cinta. Kalau kita sendiri yang membangun cinta itu, kita akan merasa eman-eman kalau dihancurkan oleh kita sendiri nantinya.

Jadi, tunggu aku di Jakartamu. Kita lanjutkan obrolan yang menurutmu sinting tapi menurutku pencerahan ini di sana. Inget ya, kalau kamu tidak mau menemuiku, aku akan mendatangi kantormu saat makan siang. Setiap hari kalau perlu. Kamu... harus ... menemuiku. Titik.

1 komentar:

andy langit mengatakan...

indah2 tulisannya...
saya suka....