Rabu, 20 Maret 2013

Pernah Ada

Kamu pernah ada. Terutama ketika aku sedang membutuhkan teman untuk berbicara, dan kamu tiba-tiba saja di sana. Mengajakku tertawa dengan kekonyolan-kekonyolanmu sampai aku lupa bahwa sebenarnya kita tidak pernah benar-benar bersama. Aku di sini, kamu di sana.

Kamu pernah ada. Dalam doa-doaku, agar suatu hari Tuhan tidak hanya menumbuhkan perasaan menjengkelkan berupa kenyamanan yang saat ini aku rasakan. Aku meminta lebih, layaknya manusia umumnya. Aku minta diberi kesempatan agar kelak kita diberi kesempatan untuk saling jatuh cinta, lalu bahagia lebih lama dari selamanya. Terkesan seperti roman, tapi aku bilang itu harapan.


Kamu pernah ada. Dalam kata-kata yang aku rangkai dengan tersenyum-tersenyum sendiri, atau dengan merasakan sesak di dada. Tergantung apakah rangkaian kata itu sedang menggambarkan detail tentang kamu atau sedang menggambarkan harapanku yang tetap hanya selalu menjadi 'harapanku'.

Kamu, terima kasih sudah pernah ada. Terima kasih sudah memberi banyak tawa. Terima kasih sudah menaruh puluhan giga byte memori ke hard disk kepalaku. Aku tidak pernah harus berpura-pura menjadi orang lain ketika bersamamu.

Kalau ada yang bertanya apa hal terbaik yang pernah terjadi kepadaku, aku akan menjawab momen-momen percakapanku denganmu.

Dan kalau ada yang bertanya apa aku bahagia melewati semuanya? Aku akan menjawab, "Ya. Aku bahagia..."

Tapi kalau semua kata pernah di semua paragraf di atas dihapus, aku pasti lebih berbahagia.

20 komentar:

Nonasan mengatakan...

Kamu, terima kasih sudah pernah ada. Terima kasih sudah memberi banyak tawa :"""""""")

@uzayzie mengatakan...

kalau begitu mari baca ulang tanpa kata 'pernah'

Anonim mengatakan...

Aku tidak pernah harus berpura2 menjadi orang lain ketika bersamamu :)

Yeti Yulianti (Cety_cull) mengatakan...

hmmmmm,,,,,, so sweet..
seperti sempat mengalami...
tersentuh :)

Yeti Yulianti (Cety_cull) mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Uswah mengatakan...

replace 'pernah' with 'selalu'

:)

Hana Ester mengatakan...

Cover pake soundcloud lagi aahh..
ceritanya gue banget semua ini kak,,
Hhahahah :)

uTit MarcUtit mengatakan...

JLEB banget dah kaa....

iyya maliya mengatakan...

Kebersamaan memang sementara yaa...

Obat Penurun Kolesterol mengatakan...

ijin nyimak ya mas bro/sis, sukses selalu dan di tunggu kunjungan baliknya :D

Alisha Kurnia mengatakan...

Ijin kucover di soundcloud ya kak >w< walau sedikit kuedit sih .w. -->( https://soundcloud.com/alisha-kurnia/pernah-ada )

Obat Liver herbal mengatakan...

saya selalu berkunjung ke blog anda, tap knpa anda tidak pernah bekunjung balik di blog saya :(( . ga adil gong :(( . pokonya saya tunggu di blog sya yang masih baru :)

pengobatan penyakit asam urat tradisional mengatakan...

kunjungan malam,, enak sekali baca berita di pagi hari ditemani kopi, makasih beritanya, terus update. he

Adinda W. Azmarani mengatakan...

ijin share di blog saya ya ^^ saya akan cantumkan link blog ini kok, thanks before ^^

Anisa Yura mengatakan...

saya ijin share juga di blog saya http://kuicha.blogspot.com saya akan cantumkan link blognya mas erik. terimakasih :)

syafmarini mengatakan...

kamu, terima kasih sudah pernah ada meski kita tak mungkin pernah bersama :')

Zahrina Firstya Chanti mengatakan...

:))

Wiatri Larasati mengatakan...

Bagian tersulit dalam hidup ini adalah mengiklaskan apa yg pernah kita lalui, meski akhirnya hanya jadi sebuah kenangan tanpa kata.

Flatto mengatakan...

Kamu, iya kamu yang sekarang sudah menjadi masa lalu ku, tolong baca ini ya(":

Anonim mengatakan...

��