Selasa, 05 Maret 2013

Suamiku, Aku, dan Lelaki yang Aku Cintai Secara Rahasia


Ini kisah tentang (mantan) suamiku, aku, dan lelaki yang aku cintai secara rahasia tapi suamiku mengetahuinya.

Aku menyimpan cerita tentang lelaki itu dalam semacam note di tabletku. Aku beri pasword agar suamiku tidak tahu. Suamiku baik, mau menerimaku, sering memujiku, meski dia pendiam bukan main. Hal yang membuatku kadang-kadang kebosanan. Aku ingin hidupku lebih berwarna dengan banyak cerita dan banyak tawa.

Ini berbeda dengan cinta rahasiaku bersama lelaki itu. Lelaki itu bisa selalu membuatku tertawa. Dia tidak pernah kehabisan cerita.Bisa membuatku betah berlama-lama bersamanya.

Akhirnya aku menyerah. Aku memutuskan, tidak apa-apa aku yang lebih sering bercerita, dan biar suamiku yang menjadi pendengarnya. Adil. Karena mengharap dia bercerita dan membuatku tertawa itu tidak mungkin. Seperti pungguk merindukan bulan. Lagipula, aku tetap bisa mendapatkan tawa dari orang lain, seperti dari lelaki itu, misalnya.


Dia, suamiku, kemudian memang menjadi pendengar paling baik yang pernah aku kenal. Dia akan duduk di depanku berlama-lama. Tidak hanya mendengar tapi memperhatikan. Dia akan menaruh handphonenya, bukunya, atau apa saja yang sedang dia pegang atau kerjakan, hanya untuk mendengar aku bercerita. Dia bisa hapal apa yang kuceritakan saking perhatiannya.

Cukup menyenangkan, tapi belum cukup. Karena lama-lama, aku menjadi bosan. Aku masih ingin diberi lebih banyak tawa.

Lalu aku ingat pada suatu hari dia melihat mataku berbinar ketika bercerita tentang seseorang. Tentang lelaki itu, lelaki yang kusimpan ceritanya di note tabletku itu.

Dia memperhatikan, tersenyum, dan berkata, "Memiliki cinta selainku dan kamu jadikan rahasia itu tidak apa-apa. Bisa jadi, cinta itu ada karena kekuranganku atau kelebihan dia."

Aku terdiam. Jangan-jangan aku terlalu banyak bercerita tentang dia? Sial. Apakah kebahagiaanku ketika menceritakannya sebegitu kentara? Sampai berulang-ulang aku menceritakan dan aku tidak menyadarinya? Sial! Seharusnya aku lebih berhati-hati.

"Tapi jangan kamu pupuk," lanjut suamiku, "dan kamu biarkan berkembang. Jangan terlalu dekat dengannya, jangan berusaha membuatnya jatuh cinta, seberapapun kamu ingin melakukannya. Dan jangan terlalu perhatian dengannya. Seorang lelaki yang diperhatikan perempuan, bisa membuatnya jatuh cinta. Dan jika kamu terlalu perhatian dengannya, cinta yang lain--aku, bisa-bisa tidak kamu perhatikan lagi dan lama-lama cintaku ini mati."

Ada jeda dalam percakapan kami berdua. "Bagaimanapun juga, cinta yang diberi pupuk akan lebih bertahan daripada yang tidak. Yang diperhatikan, akan lebih kamu sayang. Jangan memupuk cinta rahasiamu dengan berlama-lama meluangkan waktu bersama dia. Hanya itu pesanku."


Aku terkejut. Dia tahu. Dia mengenali perasaan jatuh cintaku. Atau dia pernah membuka tabletku dan membaca note-noteku? Semoga tidak.

"Suatu hari nanti kamu akan mengerti." Katanya kemudian. Lalu dia mencium keningku, tersenyum, memelukku, dan tidur dengan membelakangiku. Seperti tidak boleh melihat wajahnya, matanya, atau lukanya malam itu. Aku tidak tahu. Karena semalaman aku merasa dia tidak tidur. Posisinya berubah terus sehingga membuatku terganggu. Aku juga sempat terbangun dan memergokinya hanya duduk di pinggir kasur, atau memandangiku yang sedang tertidur. Begitu tahu aku terbangun, dia hanya tersenyum.

Apa tatapan matanya itu sedang terluka? Sepertinya iya. Tapi aku terlalu mengantuk untuk memperhatikannya.

Kata orang, kita tidak akan pernah menyembunyikan kebohongan kepada orang yang kita cintai. Apakah itu benar? Apakah itu yang sekarang sedang terjadi? Dia tahu apa yang kututupi? Ya, Tuhan, jangan. Aku memuja lelaki itu, tapi aku juga tidak ingin melukai suamiku. Dua hal yang tidak mungkin, tapi aku usahakan agar mungkin.

Itu setahun lalu.

Dan, sekarang aku mengerti apa kata-katanya ketika aku memutuskan untuk meninggalkannya enam bulan setelah itu. Ketika cinta rahasiaku aku pupuk dengan mengobrol bersama lelaki itu setiap hari dan memperhatikannya setiap pagi. Menemani dia bercerita sampai tengah malam buta, menemani dia sampai aku tertawa bahagia saking nyamannya. Aku memenuhi hatiku dengan dia, dan bukan suamiku. Seperti ABG yang sedang tergila-gila. Dan, pelan-pelan, bayangan suamiku memang menghilang.

Sekarang aku mengerti apa yang dimaksudkannya dengan jangan memupuk cinta rahasiaku. Karena pada akhirnya, cinta rahasiaku jauh lebih bersemi dari cintaku kepada suamiku. Aku memupuk cinta rahasiaku dengan terus berpikir tentangnya, menulis tentangnya, dan menemaninya bercerita. Sedangkan suamiku? Lama-lama aku tidak pernah lagi mau berbagi cerita dengannya. Apa-pun yang dia katakan menjadi membosankan dan menyebalkan. Aku mulai rindu pada cinta rahasiaku, selalu. Dan, pelan-pelan, semua yang dilakukan suamiku sekarang terasa menyebalkan.

Mungkin ini yang dia katakan bahwa memiliki cinta rahasia itu tidak apa-apa, tapi jangan dilanjutkan dengan jangan berlama-lama meluangkan waktu bersamanya. Seperti melihat orang tampan ketika sedang jalan itu tidak apa-apa, asal jangan diteruskan dengan meminta nomor telepon dan berhubungan intens dengannya. Karena jika sebuah kekaguman dilanjutkan dengan kedekatan, lama-lama cinta yang lebih dulu datang akan berangsur menghilang, dan cinta baru yang akan menggantikan. Dan memang benar, cinta kepada suamiku sudah benar-benar tergantikan.

Intinya, cinta yang dulunya adalah rahasia menjadi semakin mendominasi hati dan pikiranku sampai aku memutuskan meninggalkan suamiku demi cinta rahasiaku itu.

Suamiku hanya tersenyum ketika itu. "Aku tahu hari ini akan datang." katanya. "Aku sudah mempersiapkan diri untuk melepasmu semenjak aku tahu kamu memiliki cinta rahasia di dalam hatimu. Sebenarnya aku berharap, itu hanya sebatas cinta rahasia, tidak kamu lanjutkan ke arah yang lebih dekat. Hanya kekaguman, lalu kamu hentikan. Tapi tidak apa. Pergilah bersama dia. Aku akan menalaktigakan kamu sekarang juga. Semoga kalian bahagia."

Aku belum pernah melihat seorang lelaki setabah itu. Melepaskan perempuan yang sangat dicintainya dengan tersenyum dan mendoakanku berbahagia. Aku beruntung pernah memilikinya. Pernah beruntung.


"Bagaimana dengan kamu?" tanyaku getir. Meski tidak lagi mencintainya, aku masih ikut merasakan lukanya.

Dia masih tersenyum. "Jangan khawatirkan aku. Kebahagiaanku tidak pernah tergantung orang lain. Bersama siapa pun aku bisa bahagia, sendiri pun aku juga bisa. Kamu berbeda. Kamu hanya bisa berbahagia dengan seseorang yang kamu harapkan, yang kamu inginkan benar-benar. Kalau aku tetap bisa menikmati teh ketika sebenarnya aku menginginkan kopi, tapi kamu tidak bisa. Kalau kamu ingin kopi harus mendapatkan kopi. Hari ini mendapat teh pun kamu akan mengejar kopi dan meninggalkan teh begitu melihat kopi."

Itu pahit. Aku merasa tersindir. Sial!

"Dan ingat," lanjutnya lagi. "Aku melepaskan bukan karena aku tidak mencintaimu atau tidak berniat memperjuangkan. Aku melepaskan karena aku tidak mau hidup dengan seseorang yang hati dan pikirannya bahkan tidak pernah bersamaku."

Aku tahu, batinku.

Tetapi ada kenyataan yang tiba-tiba saja aku tahu. Dia tidak berubah. Bahkan ketika kecewa dan marah pun, dia selalu bisa mengucapkan apa pun dengan tenang. Tidak membentak atau berlaku kasar. Dia tetap sama. Pria paling tenang dan datar yang pernah kutemukan. Meski hatinya mungkin hancur lebur pada saat ini. Pada saat harus melepaskan perempuan yang dia pernah mengatakan kalau dia beruntung memilikiku ini.

Untuk ketenangan dan senyumnya itu, mungkin aku akan merindukannya.

Tapi lupakan. Aku sudah memilih untuk meninggalkannya. Untuk bersama lelaki yang secara rahasia pernah aku cintai. Untuk bahagia yang sudah lama aku cari.

Dan kenyataannya, pilihanku benar. Aku lebih berbahagia bersama lelaki itu. Dia bisa membuatku tertawa, membelikan barang-barang yang aku suka, memelukku, memujiku, dan memberi aku bunga atau puisi cinta. Itu sangat menyenangkan.

Ya Tuhan. Aku jatuh cinta. He's adorable. And I feel loveable.


Sayangnya itu tidak bertahan lama. Sangat tidak bertahan lama.

Beberapa waktu kemudian, yang aku ketahui adalah bahwa lelaki itu, cinta rahasiaku yang dulu itu, ternyata tidak pernah mencintaiku, sepertinya. Dia hanya menganggapku perempuan seksi untuk selalu melayani nafsunya. Dia memuja tubuhku, bukan aku. Memuja kecantikanku, bukan aku. Memeluk tubuhku, bukan hatiku.

Awalnya, aku mengira, mungkin lelaki itu membutuhkan waktu lebih lama untuk menerimaku, jadi aku tetap memperjuangkannya. Lagipula aku sudah mengorbankan segalanya untuk dia. Dia pasti mau melakukan yang sama.

Tetapi, sebenarnya, seperti ini pun aku sudah senang. Cukup dia bisa sesering mungkin bersamaku. Itu saja. Tidak apa-apa kalau belum ada ikatan. Dia datang dan pergi ke tempatku dengan sesuka hati, dan aku selalu senang menyambutnya. Aku mungkin sudah gila. Aku sudah tahu aku hanya jadi pelampiasan nafsunya, tapi tetap mau melakukannya. Temanku bilang aku bodoh, aku bilang aku jatuh cinta.

Dan sampai waktu berlalu pun kisahku dengan lelaki itu tidak berubah. Masih sama. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan mengikatku.

Sampai suatu ketika, beberapa bulan kemudian, mantan suamiku meneleponku dan bertanya, 'Dia sudah meninggalkanmu?' Masih dengan suara serak dan ketenangannya. Aku bahkan seperti melihat senyumnya sekarang. Senyum yang selalu menenangkan. Entah kenapa sekarang ini aku benar-benar merindukan senyum itu dan perhatiannya.

Damn! Tiba-tiba aku rindu sekali pada mantan suamiku itu. Dan suaranya sekarang ini membuat airmataku turun tanpa bisa kukendalikan lagi.

Aku menjawab teleponnya dengan pura-pura tertawa, "Tentu saja tidak. Kami saling mencintai. Tidak terpisahkan." Aku tertawa lagi. Keras. Seperti air mataku yang juga mengalir lagi. Deras.

"Oh," jawab suara di seberang sana pelan.

Kami saling menutup telepon, lalu aku meremas undangan terkutuk berisi nama cinta rahasiaku dulu bersama nama seorang perempuan. Lelaki brengsek itu akan menikah bulan depan dengan gadis lain. Dia merahasiakannya kepadaku selama ini. Kalau tidak karena temanku yang memberitahukan undangan ini, aku juga tidak akan tahu. Dan dia pasti akan datang kepadaku, dengan tawanya seperti biasa, seolah-olah tidak melakukan dosa. Seperti malam tadi.

Aku yakin, mantan suamiku tahu kalau lelaki itu akan menikah dengan perempuan lain. Makanya dia meneleponku. Untuk meyakinkan apa aku baik-baik saja. Aku yakin.



____
"Jatuh cinta saja tidak cukup untuk berbahagia. Hati dan logika harus disertakan ketika memutuskan untuk meninggalkan atau untuk bersama."

58 komentar:

Namarappuccino mengatakan...

Di sela-sela hectic kerjaan dan tulisan, berusaha update cerita,

Maafkan kalau agak panjang. :)

zie mengatakan...

Terkadang hati tertutup oleh ilusi kebahagiaan yang sesaat, yang lahir atas dasar kekaguman. Tanpa tahu yang sesaat itu pada akhirnya akan benar-benar mampu menutupi kebahagiaan yang lebih abadi. Kebahagiaan yang lebih dulu dimiliki.

Niar Ci Luk Baa mengatakan...

yaa allah mas, emang cinta gag harus cuma seneng ajah tapi yang mencintai rela kalau liat wanita itu bahagia :D

aah cinta itu aneh, jadi cinta ku sapa yaa :D

bagus mas ceritannya :D

Monika Yulando Putri mengatakan...

bagus mas Eric :)

Pesta ulang tahun mengatakan...

menariik ceritanya :)

Suci Nabbila mengatakan...

sukaaaa banget bagian "Temanku bilang aku bodoh, aku bilang aku jatuh cinta." tapi kisahnya menambah daftar panjang renungan gue yang memang sudah panjang :') bagaimana harus memilih cinta? atau meninggalkan cinta? bagaimana merelakan? apa si suami 'bodoh' karena merelakan? ya ampun, gue benar-benar ingin menemukan jawaban. resahnya menggerogoti terus dari dalam.

Namarappuccino mengatakan...

@All: Thank you. Kadang, kitanya yang selalu kurang dan menuntut, sehingga bahkan pasangan sendiri pun tidak cukup.

@Suci Nabila:
1. Memilih cinta? Pilih yang mau berjuang, pilih yang berusaha membahagiakan, pilih yang memilih bersama daripada kebahagiaan sendiri.

2. Meninggalkan cinta? Keputusan itu harus dilakukan jika pasangan memang ingin pergi karena hatinya tidak di sini. Mau dipaksakan pun pasti tidak akan bahagia.

3. Merelakan? Pada akhirnya semua yang lepas dari kita mau tidak mau, kita memang akan dipaksa untuk merelakan. Hanya masalah waktu saja. Tapi siapa pun yang dengan senang hati pergi, berarti dia memang tidak lagi ingin di sini.

4. Suami itu bodoh? Menurutku malah pintar. Karena aku akan melakukan hal yang sama. :)

Semoga cukup sebagai jawaban. Meski semuanya tetap pendapat pribadi saja. Pasti masih banyak yang memiliki pendapat berbeda.

Terima kasih, dek Suci. Senang kalau ada pertanyaan seperti ini. :)

Anonim mengatakan...

Mas, kenapa talak 3? Kan ga bisa balikan :(

Anonim mengatakan...

saat membacanya saja saya terenyuh, seperti perasaan penulis berbaur di dalamnya. tapi saya yakin ini fiksi kan mas? semoga mas namarappuccino ini sebijaksana suami, tapi lebih lebih dan lebih bahagia sebagai suami dalam kenyataan

ebi

leniwijayanti.com mengatakan...

cerita yang indah dan mengingatkanku pada luka lama, aku pernah mengalaminya, bukan dengan mantan suami tapi mantan tunangan, aku memilih meninggalkannya untuk pria lain yang kukira lebih baik karena sanggup membuatku tertawa namun ternyata akhirnya membawa luka yang dalam

ditya isandrini mengatakan...

keren mas :'(
bikn terharu :'(

Namarappuccino mengatakan...

@anonim: talak tiga karena secara pribadi, sebagai lelaki, saya akan melakukannya. Karena tidak ada gunanya lagi hidup dengan seseorang yang mencari kebahagiaan lain ketika sudah bersama seseorang. :) Kalaupun bisa kembali, jika pola pikirnya tetap seperti itu, ada kemungkinan melakukan hal yang sama. Jadi tetap subjektif saya sebagai penulis. Maafkan.

@anonim2: aamiin. :) Insya Allah iya.

@leniwijayanti: Semoga tidak terjadi lagi. :)

Rifkan mengatakan...

Mantaaap!! as always.. :)

isti mengatakan...

Aku nyaris terjebak seperti ini...untungnya udah keburu ketauan dan juga tersadarkan :)

maryam ulfah mengatakan...

kalau bgitu berikan saja mantan suaminya itu padaku mas,, hehehehe

maryam ulfah mengatakan...

kalau bgitu berikan saja mantan suaminya itu padaku mas,, hehehehe

Anisa Yura mengatakan...

aku kira, pemilik blog ini perempuan. karna setiap isinya, seperti merujuk kepada laki2. hehe, maaf mas :)

Afendi Syerli mengatakan...

tapi kenapa ya mas selalu begitu ketika kita memilih cinta yang baru di bandingkan dengan cinta yang lama kita akan merasa sakit dan menyesali keputusan kita bukannya malah kita bahagia dengan cinta yang baru tidak seperti awalnya yang banyak menjanjikan kebahagiaan

Anonim mengatakan...

Just jempol...... Menyadari, menikmati dan mensyukuri cinta yg lebih dulu ada, berada dan mengada untuk qta. Bukan hanya cinta yg meluap2 namun akhirnya menguap

muhammad fahrizal mengatakan...

Apa Ɣªήğ kamu lakukan selanjutnya?

Julax Alay mengatakan...

Sangat Menarik ceritanya

Dedaunan Hijau mengatakan...

"kebahagiaanku tidak tergantung orang lain" kata kata yang sangat tabah
sulit nemu orang kayak gitu itu
ceritanya penuh makna
cinta bukan untuk dibandingkan ya mas

ika wiharyanti mengatakan...

Menyegarkan perenungan akan makna cinta..

eva susanti mengatakan...

kesempurnaan cinta harus dari keduabelah pihak sama sama punya tujuan satu.

Anonim mengatakan...

ijin share ya mas ceritanya menarik

nddoank mengatakan...

ijin share...

Anonim mengatakan...

Aku mirip dengan peran wanita itu, tetapi sampai sekarang aku tetap menjadi istri yang selalu berusaha membahagiakan suamiku meskipun hatiku mencintai pria lain, aku tudak tega meninggalkan keduanya, keduanya sangat bergantung padaku

lilis royani mengatakan...

Ceritanya sangat menyentuh. Izin share ya...

lilis royani mengatakan...

Ceritanya sangat menyentuh. Izin share ya...

lilis royani mengatakan...

Ceritanya sangat menyentuh. Izin share ya...

aras dy mengatakan...

Buat pengguna android, nih ada app buat nyari DOLLAR online secara mudah tanpa modal dan legal modal HP aja , lumayan bisa ditukerin sama STEAM gift card, gem coc , Google Play gift card, paypal, facebook giftcard, Xbox,PlaystationStore, Amazon dan ItunesGiftCard
1. Download aplikasi Whaff Rewards di playstore
2. Setelah ke intsall buka appnya
3. Seteah di buka klik tombol login, login ajaa pake akun facebook kalian
4. Abis itu ada kotak invitation code
5. Masukan kode AW47917
6. Setelah masukan kode diatas kalian bakal Dapet $0.3, lumayan kaan, kalian tinggal ngumpulin deh sampe 10$
7. Cara ngumpulinnya gampang, tinggal invite orang lain atau download aplikasi yang ada di app tersebut
8. Setiap download aplikasi kalian akan mendapat hadiah sebagai reward, hadiahnya bisa $0.17, $0.22 sampe $0.66
9. Setiap hari kalian pun akan mendapat reward bila setelah di download aplikasi tersebut tidak di uninstall lagi lumayan kaan setiap hari Uang kalian bertambah hehehe
10. Setelah terkumpul $10 baru deh kalian bisa tukerin ke voucher google play,
11. Terus kalian juga bisa tukerin sama Google Play gift card, steam gift card , paypal, facebook giftcard, Xbox,PlaystationStore, Amazon dan ItunesGiftCard

Jangan lupa share trik ini ya :)

Adipati Karawang mengatakan...

Cerita pendek tapi penuh makna. Mantap! Saya suka banget.

sadarlah dirimu mengatakan...

Salam kenal mas eric..cerita mu merupakan sebuah kisah yang pernah aku alami bahkan sampai detik ini aku masih dalam kisah itu.cuma di sini kisahku perbedaannya yang di sukai pasangan ku malah laki laki kere yang hanya mengumbar nafsu nya saja.boro dpt memberikan apa yang di inginkan pasangan ku beli roko sebatang saja masih ngutang.semoga kaum wanita lebih bijak terhadap laki2

sadarlah dirimu mengatakan...

Salam kenal mas eric..cerita mu merupakan sebuah kisah yang pernah aku alami bahkan sampai detik ini aku masih dalam kisah itu.cuma di sini kisahku perbedaannya yang di sukai pasangan ku malah laki laki kere yang hanya mengumbar nafsu nya saja.boro dpt memberikan apa yang di inginkan pasangan ku beli roko sebatang saja masih ngutang.semoga kaum wanita lebih bijak terhadap laki2

bule mengatakan...

Kisah itu sm yang aku rasakan..smpai skrg aku mncintai org lain..

Unknown mengatakan...

Baru searching baru baca semoga bisa menempatkan cinta pd tempatnya..btw cinta tempatnya dimana yaa *tears

Farida Kusumadewi mengatakan...

Baru searching baru baca semoga bisa menempatkan cinta pd tempatnya..btw cinta tempatnya dimana yaa *tears

Lambara Rudini mengatakan...

Bagus ceritanya.

Lambara Rudini mengatakan...

Bagus ceritanya.

Myla Caem mengatakan...

Bagus ceritanya...

Aku jg masih mencintai lelaki selain suamiku. Tapi cinta itu cukup di hati gak di pupuk. Karena suamiku pasti yang terbaik buat aku..

Myla Caem mengatakan...

Bagus ceritanya...

Aku jg masih mencintai lelaki selain suamiku. Tapi cinta itu cukup di hati gak di pupuk. Karena suamiku pasti yang terbaik buat aku..

Anonim mengatakan...

Itu pula yg aku rsakan jatuh cinta dengab pria slain suamiku. Tapi aku brniat untuk mlupakan cinta ini dan lbh memilih suami ku dan rmh tgga yg baru kami bina, wlopun tdk mudah tapi ttp hrus brusaha.

Monink Tse mengatakan...

Seminggu lagi saya akan menikah, dan ternyata calon istri saya tidak mencintai saya, dia mencintai orang lain. Hal itu saya ketahui secara tak sengaja setelah membaca buku diary nya. Sakit rasanya mengetahui kenyataan ini. Tolong apa yg harus saya lakukan, melanjutkan pernikahan atau membatalkannya.

Elsa friyanti Tarigan mengatakan...

Tetap lah menikah dengan istri mu cintai dia ..buat dia mencintai mu ..

Karena aku pun sama sperti istri mu aku mencintai laki-laki lain yg sudah pasti tdk mungkin bersamaku yg selalu membuatku sakit hati..

Karena itu aku ingin menikah dengan calon suamiku..
Aku sedang berjuang ..
Berjuang untuk mencintai calon suami ku karena aku yakin itu jalan satu2 nya aku bisa melupakan laki2 itu..

Yayat Sarip mengatakan...

Teenyata, tidak mudah u/ hidup serta berusaha mencintai suami yang ta pernah kita cintai
Apalagi saat kita masih mencintai orang lain
Miris banget ya :(

Berusaha menjadi lebih baik lagi ya sist

susi mengatakan...

Mas, kenapa talak 3? Kan ga bisa balikan :(

ika mengatakan...

Aku nyaris terjebak seperti ini...untungnya udah keburu ketauan dan juga tersadarkan :)

Titis Alan mengatakan...

Kisahku....benar benar sperti kisahku....namun..aku lebih memilih cinta dalam diam dan berusaha memupuk cinta yang lebih nyata bersama keluarga kecil ini...karna aku tau..cinta karna allah akan lebih indah dibanding cinta karna nafsu..

Anonim mengatakan...

Keren....hampir aku alami....mas..pahala njenengan byk skl..hbs bc cerita ini...kepala kayak di tempeleng. Plakkk!! Wake up!!

Anonim mengatakan...

Keren....hampir aku alami....mas..pahala njenengan byk skl..hbs bc cerita ini...kepala kayak di tempeleng. Plakkk!! Wake up!!

sibyl ibil mengatakan...

Alkhamdulillah begitu jg aq mba,aq nyaris terjebak oleh cinta yg terlarang
Cinta yg muncul dr rasa kagum/naksir nmn akhrnya aq sadar suamiku sll yg terbaik

sibyl ibil mengatakan...

Awalnya aq merasa senang krn menantang nmn lama kelamaan aq malah tersiksa batin yg amat dahsyat ,untung saja tidak berlanjut ketemuan
Trimakasih ya Allah telah membangunkanku dr alam imajinasi yg hanya akn membakar rumah tanggaku menjdi debu

sibyl ibil mengatakan...

Aq jatuh cinta sm oranglain dan aq ga nyangka dia jg mmliki rasa yg sama nmn aq memutuskan untuk meninggalkanya dan kembali sm suamiku

sibyl ibil mengatakan...

Memang tak mudah

Najla Kamila mengatakan...

Cerita ini pas banget
Saat ini aku mengalaminya...tapi
Suamiku tak seperti cerita ini mas,, yang dengan berlapang dada melepaskan istrinya saat tau istrinya punya cinta rahasia
Dia tetap memperjuangkanku dan menggenggamku semakin erat
Sampai aku merasa seperti sesak bernafas..

Refill Xerox CP105 mengatakan...

keren bngt mba

Leti Niar mengatakan...

Saya salut kamu jujur dan bisa berbagi dengan yg lain. Tanpa kamu sadari Mantan suami kamu benar2 yg terbaik buat kamu. Semoga kalian berdua bisa rujuk lg, ok

vani mengatakan...

Kisah itu sm yang aku rasakan..smpai skrg aku mncintai org lain..