Rabu, 10 April 2013

Untuk Hal yang Sama


Di sini, di kenanganku ini, kamu memiliki ruang paling luas yang bisa kamu tempati.

Tawanya, ceritanya, gerak-geriknya, sampai setiap kata-kata menarik yang kamu ucapkan yang selalu bisa membuat aku begitu saja merasa senang. Seperti, "Kamu sedang apa?" Atau "Kok belum tidur?"

Hal-hal yang sepele untuk diucapkan, tapi ketika yang mengucapkannya orang yang beda, dalam hati kita akan juga terasa beda.


Kita pernah dekat. Pernah saling memeluk erat. Sampai aku merasa kamu tidak mau aku lepaskan atau seperti pelukan perpisahan sehingga untuk mengendurkannya pun enggan. Pelukanmu seperti itu yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku menikmatinya.

Tidak hanya itu, aku juga menikmati setiap sapaan atau sekedar pertanyaan kecil, "Kamu sudah makan?"

Mungkin pertanyaan seperti itu, tidak terlalu banyak berarti bagi beberapa orang, tapi bagiku, kalau kamu yang menanyakannya, itu bermakna sangat besar.

Kamu, aku mengingatmu sekarang. Sendirian. Di sepertiga terakhir malam.

Terakhir kali aku melihatmu adalah ketika kamu melahirkan anakku, anak kita. Itu adalah momen paling bahagia dan paling membuatku berduka di hari yang sama.

Sekarang, aku punya dia. Lihat dia. Anak kita. Satu bulan lalu kamu mati-matian menolong agar dia bisa bersamaku, bisa aku ajari tentang dunia, dan bisa aku ceritakan kisah tentang betapa cantik dan baik hati mamanya.

Cantik, kan anak kita. Akan sangat menyenangkan kalau kita bisa membesarkannya berdua. Kalau.

Yang tidak pernah siapa pun tahu, aku pernah menangis berhari-hari ketika menyadari kalau aku harus membesarkannya sendiri. Bukan tidak mensyukuri. Aku bahagia karena dia secantik mamanya. Hanya saja aku melihat senyummu juga setiap melihat dia. Apa pun tentang dia, mengingatkanku kepadamu, mamanya.

Dan sekarang, di pagi buta, saat aku mengganti popoknya, aku menangis lagi untuk hal yang sama.

9 komentar:

Javas K. Niscala mengatakan...

tetap merindukan tulisan mas nih.... selalu bikin merinding. :)

Anonim mengatakan...

Nyesek akhirnya

obat penyempitan pembuluh darah mengatakan...



good news !!!!
obat penyempitan pembuluh darah

septi ika lestari mengatakan...

ya Allah, sedih :(

obat penyempitan pembuluh darah mengatakan...

trimakasih banyak atas sajian liputannya obat penyempitan pembuluh darah

Hana Ester mengatakan...

Aaaaa endingnya ga asik :|

Anisa Yura mengatakan...

"kamu, aku mengingatmu sekarang. sendirian. disepertiga terakhir malam" :')

Sarnisa Anggriani Kadir mengatakan...

selalu saja ni kakak satu ini kalo bikin cerita sllu bikin merinding. Bgs kakak :}

inayatus suffah mengatakan...

like it