Jumat, 03 Mei 2013

Di Belakang Pintu


Aku tahu kamu di sana, di luar sana. Bingung untuk mengatakan apa. Mungkin sedang merangkai kata atau merencanakan apa yang harus dilakukan. Tidak mengapa. Aku masih di sini, menunggu semuanya terjadi.

Aku juga tahu, di beberapa kesempatan, kamu mencoba mengatakan,  tapi sepertinya semua rencanamu selalu berantakan. Entah kenapa.


Sebenarnya kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Tidak perlu merancang apa yang harus dikatakan, katakan saja apa yang mau kamu katakan. Katakan saja apa yang sedang di hati dan di kepala. Karena aku sudah sangat siap menerima.


Aku selalu di sini, di belakang pintu. Menunggumu mengetuk untuk kubuka pintuku dan menghambur memelukmu. Meluapkan cinta yang sudah kutunggu lama untuk bisa memperlihatkannya.

Cukup ketuk pintuku dengan kalimat paling sederhana yang kamu bisa untuk menggambarkan apakah aku mau bersamamu.

Biar aku bisa menjawab, "YA."

7 komentar:

Uswah mengatakan...

wah jd inget postinganku dulu.. cari aaah...

Aquila mengatakan...

It Feel So... Mak To the Jleep

Aquila mengatakan...

It Feel So... Mak To the Jleep

Symphony of Elegy mengatakan...

cerita singkat, sarat rindu.

Sri Wulandari mengatakan...

It's like me ...

visit my blogtoo :) : http://dariwulandari.blogspot.com/

devi afrida mengatakan...

>..<

Cara menurunkan berat badan tanpa diet mengatakan...

keren mbak :D