Jumat, 10 Mei 2013

Sampai kemudian


Aku sudah lupa tentang terbangun tengah malam, merasakan hangatnya tawa di suara telepon seberang sana, hanya untuk mendengar, "Aku kangen, kamu di mana?"

Bagi sebagian orang mungkin itu menyebalkan. Bagiku seharusnya tidak. Karena dikangeni sama orang yang kita cinta, di bagian mananya yang menyebalkan? Bahkan jika itu dilakukan tengah malam.


Aku lupa bagaimana menikmati obrolan di sore hari ditemani tawa orang yang diseberangku dengan secangkir kopi dan beberapa roti isi selai strawberry. Menertawakan apa saja yang terjadi seharian ini, membicarakan apa saja termasuk tetek bengek harga bbm yang naik atau giliran pejabat siapa yang korupsi dan masuk berita hari ini.


Aku lupa rasanya ketika dua tangan saling menyematkan dua jari-jari lalu efeknya merembet ke hati.

Aku lupa rasanya menggandeng tangan, berjalan, tidak ada suara, tapi perasaannya sangat menyenangkan.

Aku lupa rasanya diucapkan, "Selamat malam, kamu," yang tanpa basa-basi. Murni karena memang ingin mengucapkan selamat malam kepadaku di akhir hari.

Aku lupa semua perasaan nyaman itu sudah lama.

Sampai kemudian, ada dia.

17 komentar:

pazanafa nda mengatakan...

Iya.... aku lupa.... dan ga ada kata dia diakhirnya..... jadi bener2 insomnia.... heeeeeh... nyesek.....

pazanafa nda mengatakan...

Iya.... aku lupa.... dan ga ada kata dia diakhirnya..... jadi bener2 insomnia.... heeeeeh... nyesek.....

Anonim mengatakan...

:) alinea pertamanya...

sintha sinurat mengatakan...

aku juga kak :_)

Dauz Rahmat mengatakan...

paragraf kelima, dalem...

nonnasenja mengatakan...

kalimat terakhirnya bikin jleb

sonyamichaella mengatakan...

Kak, ini bagus banget :)
Sederhana tapi ngena ;)

Pusat Obat Herbal mengatakan...

ada siapa?

Basith Kuncoro Adji mengatakan...

Kata 'dia' di sini bener-bener klimaks.

Anonim mengatakan...

Cerita ini pernah saya alami dan sampai sekarang perasaan itu belum juga hilang meskipun sudah ada "dia" dihatinya.
:')

Sarnisa Anggriani Kadir mengatakan...

diaa.. ya diaa.. udah klimaksnya memang dia. sampai di dia.

andy langit mengatakan...

beuhh...

yuki mengatakan...

aku lupa dengan cinta dan perhatiannya
semenjak ada kebohongan dalam kejujuran'a

putrifajriani mengatakan...

aku lupa ka :'( aku lupa hangatnya dipeluk kamu saat dingin, aku lupa merasa tenang saat kamu rangkul aku ketika sedih :'(

Dea Yusuf mengatakan...

mas admin.. ijin publish tulisan ini di blog saya yah? saya cantunkan nama dan alamat web nya kok. Thanks Before :D

Namarappuccino mengatakan...

Silakan. :)

Wiatri Larasati mengatakan...

Sebab proses melupakan itu tidaklah semudah menjatuhkan hati pada seseorang, kemudian.