Selasa, 24 September 2013

Satu Langkah Lagi


Lelaki ini, memuja perempuan itu. Lebih dari segalanya. Lebih dari semua orang yang dikenalnya selain keluarganya.

Lelaki ini hafal tentang semua hal-hal kecil dari perempuan itu. Dari warna yang dia suka, makanan, buku, film, tempat nongkrong, merek baju, dan lain-lain. Dia akan mengenangnya ketika malam, bahkan quick dial di hp yang nomor satu adalah perempuan itu. Berjaga-jaga agar kapanpun dia bisa dengan cepat menghubunginya.

Lelaki ini akan datang jika perempuan itu memintanya sesibuk apa pun dia. Bagi dia mata perempuan itu adalah bahagianya. Dia akan rela berlama-lama menjaganya. Tidak hanya waktu, tapi hatinya.

Lelaki ini juga berusaha melakukan apa saja untuk menunjukkan pada perempuan itu kalau lelaki ini jatuh cinta. Sedalam-dalamnya, sejatuh-jatuhnya, setidakinginmelepaskannya.

Tetapi seharusnya lelaki ini melakukan satu langkah lagi, mengatakan mencintai.

Seharusnya juga perempuan itu tidak menunggu untuk si lelaki mengatakan mencintai. Seharusnya kalau dia bisa menunjukkan kalau dia juga mencintai, bisa jadi si lelaki akan lebih berani.

Seharusnya, mereka berdua bisa tidak hanya saling mencintai, tapi juga berbahagia berdua, bersama. Tapi tidak ada yang berani melakukan satu langkah lagi.

3 komentar:

Hidup Sederhana mengatakan...

satu langkah untuk meringankan langkah lainnya..

Bagus mas inspirasinya..

Septi Ika Lestari mengatakan...

uuuuh iki marai greget, harusnya sih yaaa harusnya :/

vera astanti mengatakan...

Harus dikatakan untuk memastikan perasaan. ehemmm >.<