Kamis, 05 Desember 2013

Ini Untuk Kita


Ini untuk kamu, 
yang membuatku melalui kenyamanan-kenyamanan ketika menghabiskan waktu bersamamu. Yang bisa membuatku tertawa dengan hangatnya dan membuatku menjadi berharga seberharga-berharganya wanita.

Ini untuk kamu, 
yang mulai membuatku mengerti arti sebenarnya dari rindu. Yang membuatku bahagia ketika sms darimu datang atau kamu meneleponku. Yang membayangkanmu ketika malam datang sebelum mataku memejam. Yang setiap mendengar lagu apa pun, aku selalu teringat kamu. Yang membuatku rela kalau harus menunggumu di kafe atau di taman sampai kamu datang.

Ini untuk kamu,
yang membuat hatiku jatuh dan tidak mau kuambil lagi. Yang merasakan betapa menyenangkannya kalau selalu bisa meluangkan waktu bersamamu. Yang selalu menunggu waktu makan siang agar bisa makan bersamamu dan juga jam pulang agar bisa pulang bersamamu. Mengeluarkan cerita demi cerita, menikmati kafe yang berbeda hanya untuk tahu mana yang menyediakan kopi dan cokelat paling enak, atau hanya duduk saja di mana saja. Berdua. Itu menyenangkan. Itu membahagiakan.


Ini untuk kamu, 
yang memberi salah satu pengalaman paling bahagia yang bisa aku terima. Itu adalah waktu di mana kamu mengatakan cinta dan ingin kita bersama. Di situ aku merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia. Dicintai olehmu, membuatku seperti aku tidak lagi butuh dunia. Cukup kamu saja.

Ini untuk kamu, 
yang kemudian menginggalkanku demi dia. Yang membuatku mengerti arti luka seluka-lukanya. Sudah begitu menikmati bahagianya bersamamu, tiba-tiba saja harus berusaha memahami rasanya dikecewakan olehmu. Yang membuat beberapa malamku diisi dengan menangis sejadi-jadinya. Yang membuatku kehilangan kekuatan dan selera makan. Yang membuatku harus melalui hari-hari paling berat yang mau tidak mau harus aku terima. Jangan menganggapku kuat, karena bebanku waktu itu memang terlalu berat.

Ini untuk kamu, 
yang tiba-tiba datang lagi setelah perempuan itu pergi. Yang menggombal tentang akhirnya mengerti bagaimana seharusnya mencintai dan mengerti. Yang menggombal tentang memaafkan dan memberi sekali lagi kesempatan. Yang mengumbar janji untuk tidak lagi meninggalkanku jika aku menerimamu kembali. Yang berlutut kalau itu akan menjadi kesalahanmu terakhir kali.

Ini untuk kamu lagi. 
Menurutmu, kalau dia tidak meninggalkanmu, kamu akan di sini? Berlutut dan memintaku kembali? 
Menurutmu, kalau kamu masih bersama dia kamu masih ingat aku? 
Menurutmu, kalau kalian masih bersama sekarang ini, kamu akan ingat kalau pernah melukaiku? 
Pada saat aku berjuang untuk menerima kenyataan kalau kamu pergi, kamu ada di mana? 
Pada saat aku mati-matian bertahan agar tidak gila memikirkanmu, kamu di mana? 
Pada saat aku mencoba untuk kembali pada kehidupanku semula lagi, yang harus pelan-pelan karena masih sering muncul bayanganmu di kepala, kamu di mana?

Hmm...

Yang ini untuk aku. 
Aku sudah bisa melalui hari paling pahit dalam hidupku. Yang membuatku belajar jangan terlalu banyak menggantungkan bahagia pada orang yang kita cinta. Karena masa depan itu tidak pasti, belum tentu dia selamanya akan mencintai. 
Dan sekarang kamu datang mengatakan sudah mengerti arti cinta sebenarnya? Itu kan karena dia meninggalkanmu, kalau masih bersamanya, aku berani bertaruh ingat aku saja pasti tidak. 
Peduli setan dengan aku pernah mencintaimu atau kita pernah berbahagia berdua. Tidak ada jaminan kalau kamu tidak akan meninggalkanku lagi setelah ini. 
Kalau dia datang lagi, memang kamu akan memilihku? Coba tanya diri kamu sendiri. 
Kalau bertemu yang lebih dari aku, kamu akan tetap bersamaku? Coba tanya lagi dirimu sendiri. 
Aku beri tahu ya, aku juga mengenal banyak lelaki yang lebih baik darimu setelah kita bersama. Coba tebak, apa aku tergoda? 
Saranku, kalau belum bisa menerima, jangan lagi dulu mengumbar cinta. Mungkin kamu hanya tidak ingin sendirian saja, jadi membutuhkan seseorang untuk menemanimu. Tetapi bukan cinta. Mungkin. Mungkin.

Hmm..

Yang terakhir ini untuk kita.

Setelah semuanya, memang sebaiknya kita tidak bersama saja. Setuju tidak setuju, kita harus menerimanya.



11 komentar:

sujianti idris mengatakan...

Ngena d hati deh...(ʃ⌣ƪ)

Riu is me mengatakan...

kata hati. tak lebih jauh dari ungkapan ini. :)

Cecel Celvia mengatakan...

ijin share kak ara .

azizah siti pajriyah mengatakan...

ijin copy ya kak nara

Hidup Sederhana mengatakan...

nice..

sufipunk mengatakan...

keren, bikin keringetan yg baca,heeee follow back ya www.sufipunk.blogspot.com

Ifanny fanny mengatakan...

bagus banget kak :)
ijin share ya..

RANI APRILIA mengatakan...

Ditunggu soundcooudnya kak naraa:)

RANI APRILIA mengatakan...

Ditunggu soundcooudnya kak naraa:)

Galuh Mei mengatakan...

Ya, mungkin seharusnya kita memang tak harus bersama :'(

carla mengatakan...

Ijin share y kak:)