Jumat, 27 Juni 2014

Sampai Sekarang


Aku bahagia, meski kita tidak pernah benar-benar bersama.

Setidaknya aku tahu, kamu pernah memiliki perasaan yang sama. Setidaknya aku memiliki memori tentangmu yang kusimpan dalam entah berapa gigabyte besarnya di otakku. Setidaknya aku memiliki fotomu yang bisa kulihat kapan saja lalu membuat dadaku merasa hangat dan otomatis mulutku tersenyum begitu saja.

Kamu mungkin tidak akan datang lagi, aku mungkin juga sudah mengikhlaskanmu pergi (kalau tidak sekarang, setidaknya nanti pasti).

Karena entah di mana kamu sekarang saja, aku tidak tahu. Apa kamu juga kadang-kadang teringat aku? Apa kamu kadang-kadang kangen dengan perbincangan-perbincangan kita? Apa kamu sering membayangkan apa yang akan kita lakukan kalau kita bertemu lagi?

Aku sering. Semuanya sering. Apalagi kalau sedang hujan, dan aku sedang sendirian. Apalagi kalau lagu yang dulu sering kita nyanyikan berdua, tiba-tiba saja terngiang di telinga. Apalagi ketika aku membuka dompet, dan aku ingat, kamu dulu yang membelikannya. Mungkin kalau diteruskan, akan ada 'apalagi-apalagi' yang jumlahnya tak terhingga.

Aku menulis ini tidak punya maksud apa-apa karena aku memang tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin kamu baik-baik saja dan berbahagia meski bukan kita yang akhirnya ditakdirkan bersama.

Karena aku masih mencintaimu, tentu saja. Meski masih juga kulakukan dengan diam-diam. Sampai sekarang.


9 komentar:

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

:')

Anonim mengatakan...

Aku pernah bersamanya :(

Claude C Kenni mengatakan...

Aduh, nge-jleb banget...

idris sujianti mengatakan...

Aku merasakan itu sekarang :'(

idris sujianti mengatakan...

Aku merasakan itu sekarang :'(

Mowckha Chino mengatakan...

jadi galau lagi kan.. gk move on lagi kann... aduh keingat mantan kannn... huuuhuuuu

Anonim mengatakan...

galauuu lagi

Mala Komalasari mengatakan...

Tulisannya bagus-bagus

Carlista Mega mengatakan...

Aku suka :')