Senin, 18 Agustus 2014

Begitu Ada Kamu


Pernah merasa selalu berusaha menarik perhatian seseorang dan sudah mencoba berbagai cara, tetapi semuanya tetap sia-sia?

Pernah merasa kangen sekangen-kangennya sampai tidak berani mengatakannya karena takut yang dikangenin tidak merasakan hal yang sama?

Pernah merasa benar-benar ingin memeluk seseorang tapi tidak pernah bisa melakukannya karena orang yang ingin dipeluk bukanlah siapa-siapanya kita?


Pernah merasa menjatuhkan hati kepada seseorang dengan sangat, tetapi tidak pernah ditangkap?

Pernah merasa sudah tahu kalau sudah terlalu banyak waktu yang dibuang untuk menunggu agar seseorang membalas cintamu, tapi tidak juga bisa berhenti melakukan itu?


Aku pernah merasakannya. Sepinya, kangen setengah matinya, deg-degannya, sesak setiap malamnya, dan semua perasaan tak nyaman sampai ingin selalu berhenti merasakannya.

Kalau kamu? Ah, mungkin kamu tidak tahu dan tidak pernah. Karena aku yang merasakannya, bukan kamu.

Tetapi kamu tahu? Jatuh cinta diam-diam itu tidak mengenakkan. Jatuh cinta pada kamu, seseorang yang sudah punya pasangan itu sangat melelahkan. Tapi aku bisa apa jika aku benar-benar tidak bisa mengendalikannya? Inginnya, dari dulu saja kita tidak pernah bertegur sapa. Dari dulu saja kita tidak sering bertatap muka sampai tak sengaja, hatiku menjatuhkan cinta. Kalau dari dulu kita tidak pernah saling mengenal, mungkin aku tidak pernah merasakannya.

Aku tahu, aku tahu. Aku harus menghentikannya. Melepasmu sebisanya dan harus bisa. Tetapi aku sudah mencoba berbagai cara. Sudah menyibukkan diri dengan apa saja, sudah berusaha nongkrong bersama teman-teman, sudah berusaha membuka hati kepada yang lainnya. Kamu lihat, aku sudah mencoba semua cara yang aku bisa.

Lalu aku melihatmu. Tersenyum dan menyapaku dengan satu kata, "Hai" saja. Dan semua usaha langsung buyar begitu saja.



10 komentar:

Kartika Rachmada mengatakan...

aku sedang merasakannya.
kangen nya,
sesak nya,
dan rasa selalu ingin berhentinya.
tapi bisa apa?

nurul uno anisa mengatakan...

keren banget, nyees rasanya
kalo kata temenku kaya lagi bangun istana pasir terus ada ombak dtng dan menghancurkannya

Namarappuccino mengatakan...

@Kartika: :')

@Nurul: Iya. Persis seperti itu. Dan kita hanya sanggup memandangnya tanpa bisa berbuat apa-apa.

Anonim mengatakan...

Aku pernah merasakan nya. Bahkan sampai sekarang pun, aku masih merasakan nya :)

utari damayanti mengatakan...

mampus, bener banget :(

Mala Cilla mengatakan...

Pernah.. Aku pernah ngalamin semua itu.. Pernaaaaaaaaaaaaaaah :'(

Laini Laitu mengatakan...

Aku juga pernah '_'

hanip garihal mengatakan...

Bener bgt

Agung Muhammad mengatakan...

:)

Name Sari mengatakan...

pernah, pernah, pernaahh...
malah sedang merasakannya :')