Rabu, 06 Agustus 2014

Kalau Kamu Tidak Mau, Aku Mengerti


Yang, ini lucu sekali. Kamu yang kulukai, tapi sekarang ini aku yang sangat merasa menyesal sekali.

Kamulah yang selalu mampu membuat jantungku berdetak lebih kencang. Dulu. Kamulah yang selalu mampu membuat senyumku muncul begitu saja kapan pun mataku menangkapmu. Kamulah yang mampu membuatku tiba-tiba bahagia kalau ada sms atau telepon dengan namamu di layar teleponku. Sampai aku sering bertanya akhir-akhir ini, setelah kamu tak pernah di sini, dan merasakan pahitnya tanpa kamu lagi, "Bisakah kamu tetap di sini, menghabiskan waktu sepanjang hidupmu di sini? Bersamaku lagi. Tertawa lagi, bertengkar lagi, lalu saling memaafkan dan jatuh cinta kembali?"

Lalu aku terjaga dari lamunanku, karena kamu sudah lama tidak bersamaku lagi.

Yang, aku ingin kembali. Tapi kalau kamu tidak mau, aku mengerti.


Tapi kamu harus tahu ini. Kamu mungkin mengira, hanya kamu yang terluka, hanya kamu yang hampir setiap malam terjaga karena begitu dalam lukanya. Tetapi, Yang, aku juga. Meski mungkin juga kamu tidak akan mengerti lukaku seperti apa. Karena sering juga aku ingin sekali meneleponmu, sudah memandangi nomormu di layar handphoneku, tinggal memencet tombol hijau saja, tetapi tidak pernah berani memencetnya. Orang bilang itu memang karakter perempuan, tidak seharusnya menghubungi lebih dulu. Aku bilang, itu hanya egoku, yang tidak mau mengalah lebih dulu.

Yang, aku ingin bersamamu lagi. Tapi aku akan memahami kalau kamu sudah tidak mempercayai aku lagi.

Aku sudah berubah sekarang, Yang. Aku tidak pernah lagi melakukan apa yang sudah kamu larang. Dan meski kamu tetap akan ngotot pergi dan tidak mempercayai aku lagi pun, aku tetap tidak akan mengulanginya. Ini kemauanku sendiri, untuk menunjukkanmu kalau aku tidak mau hal yang sama terjadi lagi. Melukai seseorang yang aku cintai, tetapi ternyata aku sendiri yang merasakan sakit berkali lipat setelah orang itu pergi.

Aku seharusnya menyadari kalau ada hal-hal yang memang tidak bisa kamu terima. Seharusnya mengerti bahwa kalaupun itu menyenangkan untukku, belum tentu kamu menyetujuinya. Seharusnya aku paham, bahwa cinta adalah dua orang yang tidak boleh mementingkan egonya. Kalau memang menyenangkan untukku, tapi kamu terluka, buat apa?

Seharusnya aku lebih perasa.

Yang, aku ingin kita kembali seperti dulu. Kalau kamu harus menenangkan diri dulu, aku mengerti dan akan membiarkanmu. Aku akan menunggu. Menunggu sampai kamu memutuskan bisa atau tidak untuk kembali bersamaku. Tetapi kalaupun kamu tidak mau, kalaupun permintaan maafku tidak sanggup untuk menukar rasa sakitmu, tidak mampu untuk mengembalikan kepercayaanmu, aku pasti akan menyesal sekali telah melukaimu. Dan kalau ada yang bertanya apakah aku merindukanmu? Apakah aku sering tiba-tiba saja teringat kamu? Seberapa besar aku ingin bersama lagi denganmu?

Sebanyak denyut nadiku.

Itu jawabanku.

Tetapi kalau ternyata kamu masih tidak bisa melupakan betapa ngeyelnya aku ketika kamu menasehatiku, merasa benar dan selalu membantahmu, tidak bisa memaafkan kesalahan yang berulang kali kulakukan dan terus melukaimu, itu tidak apa-apa. Aku akan menerimanya. Aku hanya menyesali semua yang terjadi, Yang. Aku hanya harus bertahan dulu dari rindu yang selalu bertambah bertubi-tubi ini. Aku harus mengerti bahwa kita tidak akan bisa lagi seperti dulu. Karena tidak ada yang bisa kulakukan kalau memang harus begitu.

Tapi, Yang. Aku kangen kamu.








____________________
Awalnya terinspirasi lagu Raisa, "Pemeran Utama". Nulisnya sambil dengerin lagu itu dan lagu "When I was your Man" nya Bruno Mars (D*mn, what a very sad song).

Harus lebih sering menulis fiksi lagi. :)

15 komentar:

Namarappuccino mengatakan...

Karena ada beberapa email dan inbox ke facebook bertanya tentang buku kumpulan isi namarappuccino, saya jadi teringat "Selesaikan apa pun yang sudah kamu mulai."

Dulu sudah pernah merancang buku kumpulan ini sampai desain-desainnya. Dan sekarang harus diselesaikan. Semoga juga bisa untuk menyambut "A million view" di blog ini dan juga kelahiran My baby girl (My Smiling Machine, better than any coffee) Aksaraya Firdausy Namara. Dan akan dibuat untuk giveaway dulu. So its free, sebagai rasa terima kasih karena sudah mengunjungi blog ini.

Mungkin beberapa saja. Butuh banyak finansial untuk cetak massal soalnya.

Doanya.

joel alta mengatakan...

Saya mau satu mas namara. :)

Annisa Anggraeni Denita mengatakan...

Halo :) saya baru menemukan twitter dan blog mas namara malam ini. Kemudian langsung jatuh cinta. Terimakasih banyak utk tulisan yg memanjakan :)
Salam

Namarappuccino mengatakan...

@Joel: Mungkin untuk giveaway dulu. Belum bisa cetak banyak soalnya. :D

@Annisa: Terima kasih. Dan selamat datang di 'perpustakaan' kecil saya ini. :)

Mowckha Chino mengatakan...

PENGEEEEEN

Lala Azahra mengatakan...

ditunggu kak! selalu :)

Ayu Octavia mengatakan...

Mau satu kak :')

Anonim mengatakan...

Kak, knp saya kirim email slalu gagal ya ke email kak ara :(

Namarappuccino mengatakan...

@all: Yang penting biar jadi dulu. Mau bikin soundcloud juga sebagai bonusnya soalnya. So it takes time. :)

@Anonim: ke namarappuccino@gmail.com? Harusnya bisa. Mungkin aksara p atau c nya kurang satu. :)

sondangstevani mengatakan...

Ijin share di blog saya ya kak, boleh?

Namarappuccino mengatakan...

Boleh.:)

Inggit Inggit Semut mengatakan...

wogh a million pageviews? that is so awesomeeee. mungkin sudah saatnya blog ini pasang beberapa iklan mas!

Namarappuccino mengatakan...

Kadang kepikiran iklan.Tapi takut ganggu yang berkunjung.l Kalau ada format bagus dan gak ganggu, enak kayaknya. :D

atiafri.blogspot.com mengatakan...

kak ara , saya baru blajar bikin blogger buat tugas tik diskolah , sebagai isinya saya boleh ya copas dari isi blognya kak ara :) soalnya saya suka banget sama setiap postingan ka ara

Fitoria Jung mengatakan...

ijin repost ya kak..