Senin, 22 September 2014

Book of Dreams


Kali ini saya tidak menulis fiksi dulu, jika boleh.

Ada yang pernah memiliki book of dreams?

Saya punya. Meski tidak dalam buku, tetapi dalam file dokumen di Word. Ada sekitar 73 mimpi di sana. InsyaAllah tidak akan berubah, tetapi boleh bertambah. Ini untuk mengingatkan saya agar tetap di jalur yang sama, dan harus mencapainya. Yang penting punya tujuan dulu, kalau tidak, bisa-bisa kita hanya berputar-putar saja. Tujuan membuat kita fokus, lebih terarah, dan enak menjalaninya.

Beberapa mimpi pernah saya ceritakan kepada orang lain. Salah satunya adalah “Suatu hari harus ada buku yang di namanya tertulis namaku.”

Tahun berlalu, tidak ada nama saya di satu pun buku. Tahun lagi berlalu, dan berlalu, dan berlalu. Entah berapa tahun, bertemu lagi dengan orang itu. Saya masih mengatakan hal yang sama. Dia tertawa. Keras. “Ini sudah tahun berapa?”

(Tidak masalah berapa lamanya, karena sebuah keinginan pun ada prosesnya)

Saya menganggapnya pujian. :) Sakitnya iya, ditertawakan seperti itu pasti terasa sakitnya. Tapi, tidak apa. Karena pada akhirnya, nama saya tertulis di sebuah buku. Laris juga pada saat itu. Dan pada suatu ketika orang yang tertawa itu minta diajari menulis oleh saya. Best revenge? You could say like that. Tidak menyakiti yang menertawakan, tetapi tercapai juga keinginan. 

Saya tidak mau mengatakan tentang keburukan orang itu, toh saya tidak menyebut namanya, mungkin juga orang itu sudah lupa. Saya belum. Ini bukan berarti saya tidak mau melepaskan. Saya melepaskan perasaan marahnya sudah lama. Tetapi peristiwa itu selalu ada di kepala. Sama halnya seperti kita tidak akan lupa kenangan-kenangan tertentu (yang pahit, maupun yang manis), meski perasaannya sudah tidak lagi sama. 

Kembali ke book of dreams, ini sangat membantu sekali. Dari 73-an mimpi itu sudah banyak yang berhasil saya lakukan. Di antaranya buku tadi, penjualan satu judul buku di atas 10000, naik pesawat pertama kali bukan dengan uang sendiri tetapi oleh perusahaan karena prestasi saya, ke luar negeri pertama kali juga karena hal yang saya lakukan dan bukan karena duit sendiri, atau juga berbicara di depan umum tentang buku saya. Dan masih beberapa lagi termasuk hal-hal kecil (bahkan hal kecil pun bisa masuk di buku mimpi, karena itulah jadi banyak).

Masih ada mimpi lain yang harus berusaha saya dapatkan. Mungkin memang belum waktunya. Selama saya masih bisa memperjuangkannya, saya akan memperjuangkannya.

Pada intinya, mencatat apa yang kita inginkan membuat kita fokus mendapatkannya dan tidak akan lupa. Kita tinggal melihatnya kembali, dan berusaha lagi sebaik-baiknya.

Jangan takut juga ketika mimpi terlihat terlalu besar bagi orang lain untuk kita, selama di kepala kita, kita mampu meraihnya, berarti mimpi itu hanya terlihat besar bagi orang lain itu, bukan bagi kita.


So, do you have book of dreams?






_________

Saya menulisnya, karena hari ini, ada lagi yang tertawa dengan salah satu mimpi saya. Penyemangat yang bagus.


Hei, Namara, ayo kita mewujudkannya. :)))


11 komentar:

Selvia Sari mengatakan...

Judul bukunya apa? *saya sering komen di blog ini, tapi nggak pernah dibalas #sakitnyatuhdisini hehe >w<

Btw, saya juga punya Daftar Mimpi -ditulis via buku sama di blog juga ada-. Ada 100 pula. Tapi kayaknya mau direvisi sih :D

namarappuccino mengatakan...

Maafkan. Memang jarang jawab. Baru-baru ini baru mulai mau aktif jawab.

Buku bisnis. Jadi tidak pernah posting di sini. :)

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

Saya sudah lama berharap mas namara sekali2 menulis non-fiksi juga, nggak melulu fiksi saja :)

Semangaatt utk meraih mimpinyaa :))

Namarappuccino mengatakan...

@Rosa, sebenarnya dulu sering. Tapi sepertinya mulai sekarang akan mulai mengimbangkan lagi antara fiksi dan motivasi

Hana Ester mengatakan...

Pada intinya, mencatat apa yang kita inginkan membuat kita fokus mendapatkannya dan tidak akan lupa. Kita tinggal melihatnya kembali, dan berusaha lagi sebaik-baiknya.

That's a point!!
Semangat kak..
Kalo ada buku baru boleh dong kak kirim2 lagi ke Batam, alamatku msh yang lama..
hehhehe..

Kak, uda punya namara junior belum?? Koq ga prnah diposting?
Salam sama si mbak ya..

*Sok deket ^_^

Claude C Kenni mengatakan...

Maksud kamu, The Bucket List kan?

http://claude-c-kenni.blogspot.com/p/my-bucket-list.html

Fajrin Thamrin mengatakan...

Selamat mengejar mimpi! Karena tidak yang sia2 dari mengejar mimpi selama kita yakin dengan usaha kita. :)

Wikan Sasongko mengatakan...

Pernah nggak mas mimpinya bertentangan sama mimpi orang lain? Orang tua misalnya?

Namarappuccino mengatakan...

@HanaEster: Betul. Membantu kita untuk fokus. Sudah dong. Namanya Aksaraya Firdausy Namara. Suatu hari pasti diposting. :D Postingnya sementara di instagram sama facebook dulu.

@Claude: Mungkin sama. :)

@Fajrin: Terima kasih. :)

@Wikan: Sampai sekarang sih gak. Saya cenderung keras kepala. Pada waktu mau kuliah saja yang akhirnya nurut. Pengennya masuk Sastra Inggris, tapi akhirnya menurut masuk teknik. Setelah itu, saya tahu apa yang terbaik untuk saya. :)

WakafQuran RumahWakafIndonesia mengatakan...

setuju banget dengan "book of dreams". mari bikin list mimpi sebnyak mungkin, dan berusaha sehebat mungkin.
wassalam

www.rumahwakaf.com

WakafQuran RumahWakafIndonesia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.