Kamis, 11 September 2014

Masih Di Sini



Kalau kamu menua nanti. Dengan keriput di hampir seluruh kulitmu dan sudah tak lagi punya gigi. Dengan aku menuntunmu atau kamu menuntunku karena salah satu dari kita sudah tidak lagi mampu sempurna melangkahkan kaki. Dengan seharian meluangkan waktu hanya ngobrol, nonton tv, membaca koran, atau sekadar duduk-duduk sambil minum teh atau kopi.

Aku masih akan di sini, mencintaimu lagi.

Kamu mungkin tidak lagi secantik dulu. Tetapi kamu pasti masih cantik sesuai usiamu di mataku.
Kita mungkin juga tidak sekuat ketika masih muda. Tidak bisa ke mana-mana karena kaki kita sudah tidak sehebat biasanya. Tetapi waktu yang kita luangkan bersama akan lebih lama dari dulu waktu kita masih berumur dua puluh lima. Mungkin di sela-selanya, kita bercerita tentang masa lalu kita. Bukan, bukan masa lalu kita bersama orang lain. Kita, masa lalu kita berdua dari bertemu sampai sekarang kita menua. Pertengkaran-pertengkarannya, kebodohan-kebodohan mempertahankan ego siapa yang benar, kecerewatanmu dan kekeraskepalaanku, bla bla bla. Tetapi meski dengan semua itu, dengan semua pertengkaran dan ego kita waktu masih muda itu, kita masih bertahan,


Lalu pada saat itu, aku pasti bersyukur bahwa kita masih bertahan. Egoku besar, egomu jauh lebih besar. Kamu keras kepala, aku jauh lebih keras kepala. Tetapi kamu selalu mau berubah meski harus lebih dulu marah-marah. Dan aku mau bersabar agar tidak lebih lama bertengkar atau masalah menjadi lebih besar.

Dan, mungkin pada saat kita tua itu nanti, kita akan mengatakan kalau kamu mungkin pernah bertemu orang yang lebih baik dari aku. Aku pun mungkin juga begitu. Tetapi kita masih di sini sekarang ini. Mungkin sesekali pernah terbersit untuk pergi, tetapi kita masih di sini sekarang ini. Mungkin pernah bosan dan merasa tidak lagi sama atau tidak lagi mengerti. Tetapi, tetap, kita masih di sini sekarang ini.

Karena meski kamu sudah menua nanti. Aku akan bercanda tentang pipi keriputmu atau uban panjangmu. Tetapi aku akan masih di sini. Mencintaimu lagi dan lagi.


4 komentar:

Anissa Nurlia Kusumaningtyas mengatakan...

Lagi lagi.. tulisan di blog ini bikin meleleeh~ udh meler kemana - mana iniih~

Mala Cilla mengatakan...

Mencintaimu lagi dan lagi.. :)

octarinda citra mengatakan...

Nice aak

catatan dari cangkir kopi mengatakan...

Semoga aku dan suami bisa selalu bersama hingga ajal yang memisahkan kelak.. Amin... Mas nara ceritanya selalu bikin klepek..klepek...