Sabtu, 22 Juni 2019

Kita. Mereka.


Orang yang membicarakan orang lain saat bersamamu, juga membicarakanmu saat kamu tidak ada.
Jangan membicarakan orang lain saat bersamanya.

Orang sering tidak nyaman kalau kamu berbeda, jadinya inginnya kamu sama seperti mereka. Mereka lupa, kalau mereka pun tidak bisa menjadi seperti kamu.
Berubahlah hanya karena kamu menjadi lebih baik, bukan karena orang lain yang mengubahmu.

Orang mungkin akan menasehatimu, membicarakanmu di belakang, mencelamu, ketika kamu punya mimpimu sendiri yang tidak sesuai mimpi atau kemampuan mereka.
Jika kamu memang menginginkannya, jangan berhenti. Itu mimpimu bukan mimpi mereka. Hidupmu, bukan hidup mereka.

Orang mungkin bahagia dan sukses ketika menjalani sesuatu. Hanya karena mereka sukses di sana, bukan berarti kita juga akan sukses ketika melakukannya. Rezeki dan kemampuan orang berbeda.
Lakukan saja yang kamu sukai, yang kamu bisa, dari apa yang kamu punya. Yang kamu sukai akan membuatmu tidak mudah berhenti, yang kamu bisa akan memperbesar peluang keberhasilannya, yang kamu punya akan mengurangi ketergantunganmu pada hal lainnya.

Orang akan membeli apa, terserah mereka, bukan urusanmu, urusan kita. Hanya karena mereka punya, bukan berarti ego kita harus membeli sama atau lebih dari mereka.
Beli yang sesuai kemampuan kita saja, karena memang itulah hidup kita. Kita. Bukan mereka.

Orang punya kehidupan sendiri. Jangan merepotkan mereka. Jika mau berutang tapi tidak diberi, itu hak mereka, uang mereka. Kalau butuh bantuan tapi tidak dibantu, jangan emosi, mereka juga punya keperluan sendiri, kerepotan sendiri, masalah sendiri. Kamu bukan orang paling sengsara di dunia. Orang terdekatmu pun juga memiliki masalahnya.
Jangan selalu berharap pada orang lain. Bukan saja karena mereka punya urusan, keperluan, keluarga, dan hidup mereka sendiri; tapi juga agar kita bisa mandiri. Hidup kita, tanggung jawab kita.

Orang punya kelebihan sendiri. Kecantikan kita akan berbeda dengan kecantikan lainnya meski dengan make up yang sama dengan selebgram favorit kita. Muka, kulit, kemampuan finansial, semua sudah berbeda. Tidak perlu seperti mereka. Kamu sudah cantik dengan dirimu sendiri. Setiap kulit dan bentuk muka pun keperluannya tidak sama.
Kamu tidak akan bisa menjadi sama seperti siapa saja. Kamu adalah kamu. Tidak ada yang bisa berperan lebih baik menjadi seseorang selain dirinya sendiri. Istimewa dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Setiap orang tidak ada yang sama.

Orang punya kesukaan, sifat, dan karakternya sendiri. Yang suka bercanda tidak akan nyaman menjadi pendiam, yang pendiam tidak bisa dipaksa menjadi orang yang banyak bicara. Jangan memaksa mereka menjadi apa yang kita mau. Kita pun tidak akan mau menjadi seseorang yang kita tidak nyaman menjalaninya. Selama mereka mencoba terbaik untuk bersosialisasi dengan caranya sendiri, tidak merugikan, biarkan saja. Dunia milik bersama. Bukan hanya milik satu karakter saja.

Pada akhirnya, kita adalah kita. Mereka adalah mereka. Tetap bersama, tanpa memaksa mengubah salah satunya, atau terpaksa menjadi salah satunya. Tetaplah menjadi kita, tanpa merugikan mereka. Dan juga sebaliknya.

2 komentar:

Hidup Sederhana mengatakan...

Baik Tuan.. :)

Alethea Yoris mengatakan...

"Tetaplah menjadi kita, tanpa merugikan mereka." - well noted :)