Tentang Fiksi

Karena kebetulan yang banyak dikunjungi adalah label fiksi, jadi berkeinginan untuk membuat page tentang ini.

Seperti yang sudah saya sampaikan berulang ketika ada yang bertanya "Apakah itu nyata?". Well jawabannya tetap semuanya adalah fiksi. Murni fiksi. Tentu saja mungkin kebetulan peristiwa yang ditulis sebagian besar adalah kejadian yang biasa dialami sehari-hari (tentang cinta tentu saja), jadi ada yang mengira itu nyata. Tapi sekali lagi, tidak. Maaf jika mengecewakan.

Jujur, mungkin karena saya memang pernah mengalami potongan-potongan cerita di sana, jadi saya menceritakannya lebih ke apa yang saya rasakan. Tapi tentu saja tidak semuanya. Saya lebih suka tidak menceritakan kehidupan pribadi. Feelnya iya nyata, ceritanya apalagi tokohnya, tentu saja fiksi. Kadang, saya menulis berdasar satu bait lagu atau beberapa. Kadang juga saya kepikirian tiba-tiba dari satu kata sederhana seperti "Maaf", atau "Pergi", atau apa saja. Dalam momen tertentu, bisa jadi itu adalah kata biasa. Tapi dalam momen tertentu lain, itu seperti badai otak. Menyerang otak saya, menginvasinya, dan kemudian memaksa saya menulisnya menjadi fiksi. Iya. Dari satu kata sederhana, apa pun itu. Masih mengira bahwa fiksi saya nyata? :)

Kebanyakan cerita memang bisa jadi di luar sana adalah nyata. Banyak yang mengalaminya. Tapi bukan saya. Kalau kebetulan saya memiliki cerita yang sama, saya tetap tidak akan menuliskan detailnya persis sama. Saya tetap akan menjadikannya fiksi. Kejadiannya, tokohnya, tempat-tempatnya. Sederhana, biar fiksi tetap menjadi fiksi.

Lagipula, tidak semua fiksi adalah kejadian sehari-hari. Ada cerita Posesif yang tentang malaikat, Broken Heroes yang pasti jarang dialami orang, apalagi saya, Puteri yang mungkin bahkan saya tidak pernah membayangkan bahwa ada cerita seperti itu, Ran yang banyak bertanya bagaimana bisa mimpi bisa dibuat seperti itu, Tidak Gratis, Selamat Pagi, Kamu, dan lain sebagainya, yang bercerita tentang sesudah menikah. Ya, Tuhan, menikah saja saya belum. Jadi tentu saja bukan nyata. Apalagi Tentang Ksatria Berkuda Putih, tokohnya saja perempuan, tentu saja bukan nyata. Dan fiksi yang judulnya panjang, Aku Ingin Keluar dari Buku Ini, Menemuinya, dan Mengatakan Cinta. Sederhana., saya bahkan tidak tahu ide itu datang dari mana.

Ah, maaf terlalu panjang lebar. Pada intinya saya hanya menjelaskan bahwa semua adalah fiksi. Tapi, memang ada satu dua yang berdasar hal nyata. Nah, yang mana kira-kira?